Alumunium atau Aluminium?

Aluminium adalah material yang dapat kita lihat di sekeliling kita sehari-hari. Mulai dari peralatan masak, bahan konstruksi, hingga bodi mobil dan pesawat terbang. Tetapi mayoritas penduduk Indonesia mengucapkan dan menuliskannya secara beragam. Mulai dari alumunium , aluminium, aluminum, dll. Aluminium sendiri berasal dari kata alumina yang merupakan sebutan untuk senyawa kimia aluminium oksida yang dapat ditemukan di alam. Mineral ini kemudian dipisahkan menjadi aluminium murni yang kemudian diproses menjadi barang-barang yang kita gunakan sehari-hari. Manakah pengucapan dan penulisan yang tepat? Para peneliti di berbagai belahan dunia sudah menyepakati penggunaan satu kata yang baku secara universal, yaitu aluminium. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia sendiri kata-kata yang baku sudah ditentukan dalam KBBI. Menurut KBBI penulisan dan pengucapan yang benar di Indonesia sama dengan kesepakatan universal yaitu aluminium. Sedangkan penulisan dan pengucapan yang salah dan umum digunakan di Indonesia adalah alumunium. Jika anda mengetik alumunium di mesin pencarian www.google.co.id, anda akan secara otomatis diarahkan untuk mengubahnya menjadi aluminium.

Nama aluminium diberikan pada tahun 1812 oleh Sir Humphry Davy, seorang ahli kimia yang terkenal karena keberhasilannya mengisolasi aluminium dari alumina, juga berbagai zat lainnya seperti potassium, sodium, calcium, dll. Pada masa itu, belum ada penamaan zat dengan akhiran “-um”. Penamaan yang lazim digunakan adalah dengan akhiran “-ium”. Namun setelah kemunculan beberapa zat baru yang diberikan nama dengan akhiran “-um”, penggunaan aluminum tidak lagi menjadi hal yang aneh. Bahkan masih ada 2 negara yang menggunakan kata aluminum, yaitu Amerika Serikat dan Kanada.

Mengapa Kusen, Pintu dan Jendela Aluminium?

Mengapa Kusen, Pintu dan Jendela Aluminium?

 

Pada masa lalu, hampir di seluruh belahan dunia menggunakan kayu sebagai material utama kusen, pintu dan jendela. Kayu merupakan material serbaguna yang kokoh, tahan lama, mudah dibentuk, serta memiliki motif yang indah. Namun seiring berjalannya waktu berbagai permasalahan jangka panjang maupun jangka pendek pun bermunculan dan menjadi masalah sehari-hari. Mulai dari permasalahan rayap, kualitas kayu menurun, harga kayu yang terus meningkat, hingga penebangan pohon secara berlebihan yang mengakibatkan berkurangnya pepohonan, yang vital untuk menunjang keberlanjutan hayati (sustainability).

Berbagai material pun digunakan untuk menggantikan peran penting kayu seperti baja ringan untuk struktur atap, pintu besi/baja untuk emergency exit door, serta aluminium untuk kusen, pintu dan jendela. Aluminium adalah salah satu dari sekian banyak alternatif kusen, pintu dan jendela pengganti kayu yang paling cocok dan cukup ramah lingkungan karena dapat didaur ulang. Aluminium memiliki sifat yang sangat ringan, tahan karat, tahan air, tahan api, kuat menghadapi perubahan cuaca, dan salah satu yang terpenting sebagai pengganti kayu adalah anti rayap.

Pada masa sekarang kusen, pintu dan jendela aluminium di Indonesia tidak terbatas kepada warna asli aluminium (silver) tetapi sudah dapat diberikan pewarnaan. Ada 2 teknik pewarnaan aluminium yaitu anodizing dan powder coating.  Teknik powder coating sendiri memiliki ragam warna yang cukup banyak, mulai dari putih, hitam, cokelat, hingga motif urat kayu. Anda dapat melihat beberapa contoh tipe fabrikasi dan variasi warna selengkapnya di Galeri proyek kami.